Senin, 16 Agustus 2010

ada aku

Mengapa tak katakan kau tlah berdua
Mengapa berdusta tuk raih cintaku
Mestinya kau jujur padaku
Tulus padaku,
Mungkin ku tak membalas…
Q tak mau berbagi cinta dengannya
Karena ku tak ingin ada yang terluka
Biarlah yang lalu menjadi sebuah rahasia indah kita berdua……

Kata-kata dalam syair itu meluluhlantakkan jiwaku. Menusuk batin yang selama ini selalu diam tersakiti. Batin yang hanya mampu menahan perih demi mencintai seseorang yang telah dicintai yang lain. Mengagumi seseorang yang nyatanya telah berstatus dengan yang lain. Mengahncurkan diriku sendiri dengan kebodohan yang bertubi-tubi. Harus rela mengakui bahwa nyatanya aku ini bukan sekedar bodoh tapi juga tak tau diri… kenapa demikian?? Karena secara tak sengaja aku menyakiti sesama kaum ku. Wanita. Wanita yang lemah hatinya, meski aku tau tak selemah diriku. Wanita yang lembut tuturnya yang jauh lebih sempurna dan punya segalanya di banding kan aku. Mungkin tak akan sesakit ini jika hanya sekali. 2 kali aku menjalin cinta yang kurasa ditolak oleh batinku sendiri. Cinta yang tlah melukai aku. Oh Tuhan,,, ampuni aku, untuk kali ini saja.
“ Fal….” Suara Iwang, sepupuku terkasih membuyarkan semua hening lamunan yang menari indah dalam angan-angan ku yang buta. Menyeretku kembali untuk menelusuri betapa kejamnya dunia ini terhadapku. Kenapa aku ini tidak hidup saja dalam dunia hayalan. “ Eit.,.. ko malah bengong sih Fal….” Hanya ku tolehkan kepalaku pertanda aku sudah kembali bereinkarnasi kea lam yang nyata. Tanpa ucap yang nyata. Hanya dengan diam kusambut Iwang untuk duduk disampingku. “ masih mikirin Sakti?” Deg ;…. Sakti.. hatiku masih selalu bergejolak ketika nama itu kembali terucap. Jiwaku masih merasa sejuk ketika aku mampu membayangkan bagaimana dulu kisahku dengan makhluk berlabel Sakti itu. 5 tahun yang indah. 5 tahun yang berkah. Benar-benar terjalani seperti yang ku mau meskipun tidak selalu seperti yang ku inginkan. Ku jalani dengan perjuangan tanpa mengabaikan aku dan dia telah merancang bahwa semua ini terlakoni karena ada sebuah siklus pengorbanan yang selalu indah. Semua ini pun menyadarkanku. Ternyata tak satupun mampu menyayangi aku seperti Sakti mengasihiku. Tak ada yang mampu mencintaiku seperti kalanya Sakti mengagumi kekuranganku. Tak satupun yang bias mengatakan bahwa aku ini salah melangkah. Hanya Sakti. Sakti yang harus kurelakan kembali menjadi penjaga Tuhan di surga. Meinggalkan hatiku yang kian rapuh. “ Fal…”
“ yah…”
“ kenapa sih???”
“ setidaknya bukan Sakti Wang…” Iwang mengerutkan dahinya..
“ trus??”
“ Q tahu, seberapapun aku memikirkan Sakti, tak mungkin q bias temukan kesempatan untuk memeluknya lagi. Seberapapun aku menangis,, semua takkan menjadikan kembali seperi semula. Bukan kah begitu..???”
“ trus siapa yang bikin kamu bengong gini…????”
“ Abbie….”
“heemmm…”
“ Iwang… Lupa??”
“ sory… sapa sih…”
‘huft…” aku beranjak dari kursiku, masalahnya pasti bakalan sulit banget mengembalikan memori otak Iwang kalo memang penyakit pikunnya udda kumat.
“ Faaaalll…..” Iwang memelas. Aku hanya menggelengkan kepalaku. Aku tak tahu mau aku bawa kemana kaki yang masih belum kuat menopang ubuhku yang rentan ini. Pasca operasi itu menyisakan serpihan lelah yang menumpuk. Dan mulai sekarang aku baru sadar nyatanya aku harus bertahan hidup dengan 1 ginjal. Tuhan…. Ini tidak adil untukku.


Aku terpaku sendiri dalam duniaku. Masih dengan lamunan-lamunan kecilku. Masih dengan imajinasi-imajinasi konyol yang merambati saraf oakku. Menjadikanku semakin tak waras. Menjadikanku menembus batas-batas normal suatu hidup. Berlayar dalam angan yang tak tentu. Yang justru ini yang kelak akan membunuhku perlahan. Ku buka gadget kecikul. Mulai ku telusuri setiap sudut dunia maya ini. Melayang-layang dalam pikiranku sendiri. Menemukan orang-orang baru yang sama sekali tak kukenal. Sampai akhirnya aku membuka sebuah situs pertemanan paling marak di dunia. Ku temukan sebuah foto pujaan hatiku yang kini entah dimana. Sejuk mulai menyirami setiap relung jiwaku. Namun hanya sekejap. Hanya sesaat, semua hilang ketika aku melihat gambarnya yang begitu mesra dengan pujaan hatinya. Uft… salahkah aku mencintai dia yang telah berpunya??. Berdosakah aku yang mengharap lebih terhadap dia yang tak sendiri adanya. Kenapa harus fakta menyakitkan ini yang ku temui?. Hanya sebuah tangis yang meledak dalam bising sanubariku. Hanya kata-kata picik yang mungkin terlontar.. “ aku bahagia jika melihat kau bahagia.” Cih.. nyatanya itu kan kata-kata paling munafik yang ku akui. Abi yang dulu mengharap cintaku, nyatanya hanya pelarian belaka. Abbie yang dulu ku rasa tulus nyatanya tak lebih sebagai pembuat luka yang mulus. Tapi setidaknya, aku masih menyimpan rasa untuknya. Kututup note book ku. Ku rebahkan tubuh rentanku … ku tutup mataku. Berharap aku bisa bermimpi menemukan Abbie untuk memelukku sejenak.
“ Faleri??” ada seseorang yang menyentuh tanganku dalam separuh lelapku. Iwang. Hanya dia yang setia bersamaku sampai detik ini. Aku ingin membuka mataku. Tapi nyataku sedikitpun tak ada respon atas usahaku ini. “ ya dah bobo yah sayang, istirahat, andai kamu tahu berharganya dirimu untukku. Jangan menangis sayang, semua akan baik-baik saja. Faleri akan selalu tersenyum disini. Semua akan indah.” Ku dengar langkah kaki menjauhi ranjangku. Ada butir-butir kecil meleleh dari setiap sudut mataku yang terpejam. Ada yang mencintaiku seperti Sakti dulu menyayangiku, meski sekedar sepupu, nyatanya keberadaanku masihlah penting.


Q buka mataku. Pagi ini indah. Mentari telah menerobos jendela ku, mengusik tidurku. Teramat cantik. Aku beranjak dari ranjangku. Mencari siapapun yang bisa ku temui pagi ini. Nyatanya ku temukan bunda ku di ruang makan. Seorang diri. Ayahku mungkin sudah berangkat kerja. Kakak-kakakku juga pasti sudah beraktivitas di kantornya masing-masing. Iwang… agh dia pasti masih tidur. Dia paling jago tidur. Kaya kebo.
“ sudah bangun sayang..” bunda menyapaku dengan sepiring roti dan segelas susu…
“ ya Nda… kesiangan….” Bunda hanya nyengir kuda melihatku. “ Iwang masih tidur Nda???”
“ ga…. Udda mau berangkat tuh.. paling siap-siap dikamar.”
“ berangkat?? Kemana Nda..??”
“ kembali ke Bandung,…” tanpa banyak bicara aku meluncur ke kamar Iwang. Ku lihat dia sudah siap dengan segala prlengkapannya. Tinggal berangkat mungkin menunggu mobil yang dipakai mengantar ayah kerja.
“ mau kemana??” cecarku sebelum dia sempat berkata apa-apa.
“ Udda bangun Fal??”
“ kamu mau kemana??”
“ Fal.. aku mesti balik ke Bandung”
“ kenapa mesti dadakan gini..”
“ semalem aku mau pamit, tapi kamu uda tidur..” air mataku mulai menetes. Ga tahu kenapa. Aku serasa tak ingin jauh dari Iwang. “ Fal.. aku ga mungkin kan disini terus. Aku mesti kuliah. Kalo libur aku pasti kesini jenguk kamu.”
“ trus aku sama siapa Wang? Aku ga mau sendiri. Aku butuh kamu disini. “
“ ada ayah, bunda,, kakak kamu. Semua ada buat kamu Fal..”
“ aku mau kamu, mereka ga ngerti aku seperti kamu pahami aku.” Aku terdiam, Iwang mendekat, memelukku.
“ kamu ga boleh sedih ya Fal, ga boleh, aku sama sekali ga pengen liat kamu nangis. Lupakan Abbie. Kamu sudah bisa melupakan Sakti, kamu juga pasti bisa lalui semua ini tanpa Abbie. Kamu pasti bisa. Dengan ataupun tanpa aku disini.”
“ Wang…”
“ hey… kenapa jadi mellow gini, toh juga ga pisah selamanya kan…kamu cantik Fal. Kamu bias dapetin sapapun yang kamu mau. “
“ jangan tinggalin aku ya Wang??”
“ aku ga mungkin nemenin kamu selamanya, tapi meski ga ada aku, pasti Tuhan akan ngirim penggantinya buat kamu. Seperti aku yang menggantikan Sakti, meski tidak sebagai kekasihmu.” Iwang mencium keningku. aku layangkan pelukku terhadapnya. ingin pelukan ini tak terlepas.
" wang..mau janji??" Iwang hanya mengusap pipiku yang basah dengan anggukan ringan kepala nya..
" janji???"
" iya Falleri..!!! apa??"
" Ga boleh lupain aku.. ga boleh berubah..ga boleh ninggalin aku.. harus balik.."
" hahhahahah...ini sih bukan 1 Fal.... ! truk.."
" iwaaaang...janji!!" aku memasang tampang memelas terhadapnya.
" ya aku janji.."
" janji apa??"
" lah... ya yg td.."
" apa??"
" hem...apa ya...yg tadi qm sebutin..." iwang menggaruk-garuk kepalanya..menandakan dia sedang bingung.
" dasar..." q tunjukkan tampang sewot ku..
" ya deh... ga lupa kecuali emang pikun..ga ga bkal berubah..cz aku bukan supermen... ga ninggalin kamu kecuali aku mati..trus..balik ntar kalo inged...hheheh"
" iihh..."
" aku akan selalu sayang kmu fal..selamanya..janji..."sekali lagi ku peluk dia..erat.sangan erat..

2 tahun kemudian

aku sudah mampu berdiri dalam pikiran dinginku. mampu lagi bertemu orang-orang yang telah menyakitiku. mampu menatap mata mereka satu persatu untuk menunjukkan bahwa aku tidak kalah. bahwa aku tidak lemah. bahwa aku tidak rapuh. aku terus melaju. memacu setiap adrenalin jiwaku. aku tetap maju. ada mama di sampingku. menemaniku setiap aku ragu. ada Tuhan di hatiku. yang menyayangiku lebih..lebih..lebih... hanya saja tak ku temukan Iwang.. tak ku jumpai dalam season hidup ku kali ini. dia jauh..dan semakin menjauh kala aku benar-benar butuh. dimana iwang??....tak henti rasanya aku menanyakan ini. dimana?? dimana??dimana?? adakah yang tau??
semua hari ku terlalui tanpa siapapun yang istimewa di hatiku...tapi aku tau...aku selalu bisa..bisa bertahan dalam hidup yang memang kupertahankan untuk kebahagiaanku..
aku bisa...
aku bisa Tuhan..
aku bisa...

" Fal..." semua pudar oleh jeritan lantang mama...
" apa sih ma.. pagi-pagi kok uda kaya tarzan.."
" Fal.."
" ya mama... ada apa?/"
" Iwang Fal..."
" ada Iwang Ma..dimana?.." aku bergegas keluar..berlari ingin menyambut iwang.."maa....iWang mana?"
" di rumah sakit Fal..."
" Iwang knapa ma?? iwang kenapa??" segala tanya menumpuk di hatiku. Iwang kenapa?? tak apa-apakah dia?? aku bergegas..berlari memacu kencang mobilku..ku hentikan tepat di depan rumah sakit. q telusuri koridor-koridor sepi ini. bau obat menyengat hidungku. merangsang mual di perutku. tapi tak ku hirau. aku ingi tau iwang. aku ingin menatap matanya. aku ingin meyakinkan hatiku bahwa dia tak apa-apa.. q liat sebujur tubuh lemah tak berdaya di atas ranjang kuat itu. begitu kurus.. pipinya pun teramat tirus.bagai seorang yang tak terurus.. inikah?? q dekati sesosok yang selalu jadi semangat hidupku. matanya terpejam..namun kurasa kan dia hendak membuka kelopak matanya. iwang tersenyum manis saat melihatku. meraba tangan ku. bibirnya lirih berucap.. sampai telinga ini terasa tak mendengar. tapi aku tahu. dia mengucap " aku akan selalu mencintaimu".. matanya menutup kembali..rapat... kali ini tak terbuka.. nafasnya memburu.. habis sudah.. hilang..denyut jantungnya terhenti..Tuhaaaaaaaaaaaaaan... serasa ada gumpalan darah yang membujal di otak ku. ini kenapa?kenapa?..saat segala pertanyaan ini memenuhi otakku..kutemukan secarik kertas berisi coretan tangan iwang..


ada cinta dalam setiap mata yg indah. tersembunyi di balik senyum yang terlara. selalu indah dalam cinta yg pernah terdusta. sedang ada seorang kumbang menanti. menjalari segala kasih yg terberi. rela korbankan hati yg mati. rela berikan jiwa yg tersisa.dewi..ada kasih disini..tengoklah...sejenak rasakan aku..rasakan hadirku..dewi..ada cinta disini..sambutlah...terimalah..sebelum mati dan musnah...dewi..ada cinta disini..dalam setia pandang mu..dewi..aku akan tetap menanti..sampai akhir aku mati...jagalah ini... aku akan kembali...kembali memelukku...disini ada aku....
ada aku...
ada kamu...

tentang rasha

sejauh ini aku ingin membuang semua rasa.. hanya ingin bersenang2 dalam luka yang tinggal..
hanya ingin sejenak saja tertawa menghadapi kotornya diri..
aku ini rendah,...
tapi sedikitpun tak ingin kau rendahkan,,,
rasa itu melekat erat dalam dadaku..
menembus sukma yang lara karena derita tak berujung..
mengenangmu yang tlah tiada tanpa satu sosok pengganti yang inin setia..
mencoba menduakan cintamu yang tlah tiada..
nyatanya malah sakit dan kecewa..
mungkin tak ad yang sempurna..
karena memang tal ad..
bukan mungkin..
pasti tak ad..
inginku bangkitkan kau sejenak..
sekedar memeluk dan menenangkan batinku..
sekedar pengobat laraku...
setidaknya...
aku merasa masih ad yang peduli terhadapku.....

kenapa kau yang harus pergi..
shakila ku...

kini aku menduakan kasihmu yang dulu..
mencoba mencintai orang yang mungkin kan setia..

tapi aku tak tau..

apakah sebuah komitmen perlu untuk mengikkatku dengannya...

apakah perlu sebuah sumpah ini ad untuk meyakinkannya kan cintaku..
apakah mungkin sedikitpun dia tak menganggapku ad..

tak menghiraukan aku..

q rela..

jika aku hanya malam baginya yang akan redup dan menghilang berganti mentari yang cerah untuk nya..

aku rela...

jika aku hanya secangkir anggur untuk penghilang dahaga dalam penatnya..



aku rela...

jika aku hanya sesosok yang dia inginkan saat dia menginginkan ku ada di dekatnya...


tapi aku tak rela...

jika aku ini gaun.....

gaun yang tlah rusak ...

dan tercampakkan begitu saja..

aku tak rela...

karna cinta ini...

sesungguhnya telah nyata..

telah kau punya..

*CeriDtha SesaL dLam BAtin*

apa yang harus dipersalahkan ketika penyesalan hinggap menelusuri sanubari yang kia ringkih oleh hujat nista seuntai dosa. siapa yang wajib di caci ketika semua rasa takut menyusuri aliran darah hingga tak terkendali. menjadi puitam di ujung amarah. menjadi debu dalam kilauan bersih yang sesi\ungguhnya menyiksa.. tak mungkin waktu yang salah. tapi juga tak mau menyalahkan diri. tak mungkin situasi dan kondisi yang wajib di adu. tapi memamg pilihan yang selalu beradu. mengadu domba antara batuin dan kenyataan yang akan pahit. apalah ini. sesal tiada arti.. apalah ini. sesal membawa mati. jika memamg binasa ... matilah sekarang..
jika memang hancur..pupuslah saat ini. tak perlu tertutupi karena dosa. jangan sampai terhianati karena nista. pengakuan ini jelas ad. ada hukum yang tak kentara. hukum hati dan jiwa yang menyiksa.. hukum TUHAN yang menghunjam.. huykum alam yang mengucilkan. malu rasanya. malu akan bodohnya diri menghadapi kisaran waktu yang terpilih. malu karena nyatanya kebodohan ini serupa keledai. malu karena tak seorangpun yang q tanamkan percaya terhadap ku.
apa ini dosa. dosa dari nikmat yang tak terkira. dosa karena sebuah cinta yang dibutakan oleh rasa. apa harus malu. semua sudah terlanjur. terlanjur terjadi dan mengerak dalam memori. terlanjur hancur dan tak terpikirkan lagi. apa yang harus dilakukan. penyesalan bukanlah jalan. pintu iman juga sepertinya sudah tak nyaman. agh... ternyata memang inilah setan dalam diri insan. inilah jin yang selalu memberi ijin. tidak...jangan menyesal... semua akan ada jalan.. pasti.. entah mudah atayu berliku,... pasti..

Minggu, 08 Agustus 2010

Hanya CoreTan kecil Hidupku..

aku masih begini dalam setiap kemasan senyumku,..

senyum yang dipaksakan indah dan menarik. senyum yang sesungguhnya tak ku miliki 2 tahun terakhir ini. senyum yang hilang ketika kekasihku musnah. aku sendiri. menatap semua yang kelam dan tampak bodoh. menjadi wanita terbodoh sepanjang abad ini. huft apalah arti cinbtaku 5 tahun tapi nyatanya pujaan hatiku harus mati. apa pula gunanya cinta ini kalo nyatanya tak di restui Tuhan. apa salah ku hingga tak bisa bersamanya, alunan beku ini masih saja mengiang dalam telingaku. mencoba sendiri dan berdiri. tapi aku tak pernah bangkit, tak pernah bisa menatap semua kehampaan ini tanpanya. saat sudah terlalu lama ku menyendiri. inginku bagi sedikit cinta yang q miliki. hanya sekedar penghilang penatku. aku tak mampu mencinta terlalu dlam. aku tak bisa menyayang hingga seperti ini, tapi nyatanya semua berubah ketika kau hadir. berubah ketika kau mulai merasuki diriku. menjadikanku lemah di matamu. menjadikanku baik di mataku. menjadikan istimewa dalm sanubariku.. ah entahlah... ini hanya tulisan tak berharga .. sama seperti pandangannya yang tak berharga ...dan nyatanya aku masih saja bodoh. dan aku bangga akan kebodohan ini. sebenarnya apa yang hendak ku pikir bila aku sendiri tak tahu apa yang harus aku lakukan. kau mampu memutuskan lingkaran cinta butaku terhadapnya. tapi kau pula yang sengaja mempermainkan hati yang rapuh ini. dan patah./... dan musnah... dan hilang,.... dan hancur... dan aku tak tahu lagi...

oke..
aku kalah. bukan karena aku mengalah. tapi memang terkalahkan oleh ego yang menguasaimu. sedikitpun tak ingin kau tau, ada senyum begitu manis untukmu. setiap saat memuja kehadiranmu. sepanjang hari menghadirkanmu dalam bayangku. tapi kau tak mau tahu. kau tak yakin akan kepedulianku. kau hancurkan semua.. hahaha... aku bodoh atau telah termakan oleh pembodohan yang membuatku semakin tak karuan..

bahkan mimpi2 sial ini terus menggerayangi tidur lelapku. dan aku merasa ini adalah suatu khayalan yang tak ingin ku punya. aku lelah meratapi semua yang tak perlu. aku muak membayangkan apa yang tak pernah terjadi.. lelah sudah.. dan buta. daan binasa.. rasanya sudah tak ingin aku berpikir,, jika yang melayang dalam otakku hanyalah tentangmu,, akku pun sudda tak ingin melihat jika yang harus aku tatap adalah dirimu bersama yang lain... aku sudah tak ingin mendengar,, jika apa yang menelusuri gendang telingaku adalah janji manis tentangmu untukku dulu.. akku sudda tak mau menyentuh.. jika yang teraba adalah sentuhanmu saat itu... aku suddah tak ingin brjalan,,, jika arahku selalu terbelok menujumu.. aku tak ingin diam.. jika diamku membuatmu menyakitiku.. aku tak ingin bergerak.. jika gerak menjauhku melukaimu..

oke.. aku harus bangkit..
nanti..
suatu saat..
kau yang akan meminta cintaku. cinta yang sudah kau abaikan ini..
lihat saja..
kau yang nanti akan menyesal...
ini bukan ancaman. ini bukan kecaman..ini bukan wujud dari pembalasanku.
aku hanya ingin kau merasakan apa yang telah aku rasakan.tenang sayang..
ini akan baik-baik saja.. ini bukan racun dalam madu yang harus kau tenggak untuk membalas sakidku..
sayang..]
sungguh ini takkan menyakitkan. sungguh ini akan terasa nyaman. ini tak kan melukaimu. karena aku benar-benar paham akan rasa itu..aku paham rasa itu.. dan bagaimanapun juga.. aku masih mencintaimu dalam sudut lain jiwaku..tenang sayang.. sekali lagi.. ini tak kan terasa sakit...tidak...

Rabu, 05 Mei 2010

SATU
“sayang,,knapa nangis????diem ya ku gag mau liat kamu sedih…”aku tergaeragap, dia didekatku,,, memelukku kembali,, hangat tubuhnya kmbali kurasakan,,,tapi semua hanya mimpi,,, semua ternyata hanya ilusi yang tak kan pernah terulangi. Ku banyangkan kembali jika memang benar dia ada disini menemani setiap hariku… semua kenangan indah yang dulu pernah ada kini kembali membayang,, menari-nari dipelupuk mataku….
23 Agustus 2003
Ku mulai menjejakkan kakiku dalam dunia putih abu-abuku…segala macam kegiatan mos dan sebangsanya kulalui,,,mungkin ini yang akan jd hal terindah dalam masa mudaku,,,ku kini adalah remaja… mulai mengenal dunia luar yang lebih indah.. bahkan mulai mengenal sesosok lelaki yang ingin kujadikan seseorang yang berarti dalam setiap langkah hidupku,,, ingin kujadikan pelabuhan terakhir dalam kisaran perjalanan hidup yang ku lalui,,,namun nyatanya semua tak semudah apa yang kubayangkan,,, ku bukan orang yang teramat cantik untk dapat dicintai semua orang tapi juga bukan sesosok wanita buruk rupa yang tak pantas mendapat cinta yang ku ingini. Hidupku terus berlanjut.. hariku terus melaju. Semua baik-baik saja..bahkan ketika ku mengenal sesosok lelaki yang bernama ARISANDY WIBOWO. Dalam pikirku, dia adalah cowok paling nyebelin,, selalu menggoda tanpa mau mengenalku. Hanya cengar cengir, istilahnya dia cowo sowag,, ku tak pernah menggubrisnya, tzk pernah kuladeni segala guraunya untuk mendapat perhatianku.
Tiba saatnya,, ku bertemu kembali dengan ari,, dia berbeda dengan yang ku tahu selama ini, dia begitu baik.. semua mulai mempesonaku. Hatiku mulai menunjukkan getaran-getaran aneh ketika ku melihatnya. Tapi ku tak pernah mengakui bahwa ku menginginkannya lebih dari seorang teman.
05 september 2003
Pagiku gemilang.. taun pertamaku menjadi seorang murid sma membuatku berubah untuk punya pemikiran yang dewasa. Ku awali pagi ini dengan senyum termanisku.. ku lihat sahabatku melayangkan kaki mungilnya menuju tempatku. Ku hanya tersenyum menanti kedatangannya. Ketika dia tiba di hadapanku, dia menyodorkan sebuah lipatan kertas kecil untukku..
“apa vi???..”
“dari ari..baca ajja” deg…. Hatiku bergetar…sepucuk surat… surat cintakah ini?? Surat ungkapan rasa yg terpendam di hati ari kah ini?? Tuhan…… semoga saja….
Dalam kediamanq…. Aku tepekur,, massi tak sanggup jari-jariku membuka lipatan surat tanpa amplop itu… hanya secuil kertas buku tak berbunga-bunga… tanpa motif… hanya bergaris hitam….bercoret-coret indah dari likuan jarinya menggenggam bolpoin….aku tak sanggup.. aku masih tak bisa merasa apa yang dia rasa… ingin ku membuka…dengan harapan aka nada sepercik cinta yg mungkin telah singgah dalam hatinya.. namun aku takut jika nyatanya semua hanya ungkapan salam kenal atau bahkan ungkapan yang mencemooh diriku…. Tuhaan… apa ini??? Haruskah aku??...atau mungkinkah aku??....dalam gamang yang sekian lama menusuk lubuk hatiku…q tuntun tekad dalam kalbuku… ku beranikan jari-jari mungilku membuka surat yang sedari tadi ku genggam…
Sweety rose
Ku tatap semua yang melekat padamu…
Begitu manis dan indah… begitu memesona…begitu kasat untuk disentuh…begitu jauh ku rasa.. bergetar..hanya sekedar getaran tak berasa..
Bunga mawar dalam kisaran taman ini begitu indah.. namun ketika ku menatap manis senyummu..semua sirna.. semua hilang..semua musnah..tergantikan dengan aura yang begitu waaah… apa yang harus kukatakan sekedar memuji mawar berduri sepertimu….menyentuhmu adalah sama untuk meruntuhkan setiap keagunganmu yang kurasa sempurna….

Agghhh…sudahlah…mungkin sudah cukup… tak bisa lagi otakku berputar… tak bisa lagi sarafku merangsang setiap kata yg mungkin indah untuk memujimu….lemas jariku dalam galau segala risau yangmengganggu setiap mlam dalam bayangan bidadari cantik ini….

My sweety rose….

Black hole..
Aaaarrrgg… apa ini tuhan… ini bukan cinta yang ku inginkan… ini bkan kata yang ku harapkan.. tapi apa ini… ini hanya sekedar pujian untukku… bahkan mgkin ini hanya seutas kiasan yang sebenarnya tak indah buatku…. Tapi hatiku terlalu bangga dengan bualan ini.. hatiku terlalu menjerit girang karena goresan ceker ayam, ini. Tuhan… aku ingin dengannya … tolong aku…. Aku ingin bahagia bersama dirinya…. Aku ingin… aku mau…
Aku melalui hariku… seperti ini… seperti hari”ku yagh tetep hampa…. Hari yg selalu kulalui sendiri.. aku tak ingin menceritakan betapa semrawutnya susunan keluargaku… betapa carut marutnya kasih sayang orang tuaku. Aku malu.. aku tak mau siapapun tau aku terkekang dalam belenggu kasih sayang yang seharusnya indah … terlalu rumit di mengerti.. terlalu rumit untuk sekedar di cerirtakan. Kasihan orang” yang mendengar kilas balik kisah yang tak ada ujungnya…
Aku ingin punya cinta,, aku menanti ari.. tapi dia tak kunjung datang… dia tak merasa aku menunggunya… hanya kiasan yang selalu ku dapat.. puing-puing cintaku padanya ingin ku letakkan.. aku ingin mencari cinta yang nyata untukku. Ada sesosok insane yang begitu nyata dalam kiasan kisah hidupku… aku tak menaruh hati padanya.. tapi harapannya untuk memilikiku begitu besar….ingin ku buka hatiku untuknya… bismillah ya Rabb….
22 januari 2006
( maaf terlalu meloncat, intinya aku terlalu lama menunggu ari yang semakin lama semakin gag jelas maunya,,,terlalu lama hingga aku berpaling pada rafi)
Raffi,, teman sekelasku sejak kelas 1,, dia pun menaruh hati padaku sejak kami bertatap muka saat pendaftaran. Dan baru hari ini statemennya ku tanggapi, itupun setengah hati. Sebagai pelarian sakit hatiku yang teramat dalam pada ari. Aku mank terlalu picik,, aku munafik,,, aku tega aku kejam. Aku tau suatu saat semua akan terlalu buruk. Mungkin bukan karma tapi balasan. Aku tau. Tapi aku tak mau tau. Hari-hariku hanya ku habiskan dengan kegetiran hati. Dengan segala doaku semoga Raffi tak pernah tau hatiku.
“ ko nglamun?? Sakit?? Makan yuk….” Rafii membuyarkan segala lamunanku…hatiku berdetak… Tuhan,,, semoga dia tak mendengar detak jantungku yang meningkat drastic. Semoga dia tak tau betapa desiran darahku menjadikan tubuhku gemetar. “ hei… kenapa si gha??”
“emmmhh… gpp ko ffi…. Kamu lom mkan yagh?? Ya udda ;yuk ke kantin..”
“ gag gha… kamu sakit… aku anterin pulang jja yagh,,, dari pada km pingsan disini… ntar dikira q co gag bertanggung jawab..”
“ dasar lebay ne anak….”aku mendorong pundak raffi…dia tertawa… aku senang melihat senyum manisnya…
‘ gituu doonk… princess q harus ketawa… kan manis..”
“ udda dde… abis mkan langsung anterin pulang yagh…..’
“emmhh… trus first datenya kapan donk…..”
”tar de… age cape negh…..”
“ok my sweety…..” maafkan aku ffi….. blum ada cinta dlam hatiku untukmu… semua massih samar.. maaf jika kamu hanya sebagai pelengkap dalam kisah cintaku yang sebenarnya.
Mungkin terlalu munafik atau bahkan mungkin terlalu picik.. raffi terlalu baik untuk aku sia-siakan. Q mulai mau menerima kehadiran raffi sepenuhnya.. q tak salah telah melarikan diri dari siksa cintaku pada ari. Begitu perfect. Begitu indah.. tanks yah fii….semua berlalu….sebulan…dua bulan…berjalan mulus..q mulai melupakan kisi” kesakitan yang terpercik dari penantianku terhadap ari. Q mencintai raffi?? Mungkin…. Q menerima dia dari hatiku..??? Q rasa….
Tak ada kisah lain yang ingin dan pantas ku ceritakan selain kisah cinta bodoh ini. Hanya ini yang bisa ku kenang.. tentang semua cinta yang pernah merasuk dalam batinku. Q masih bertahan dengan Raffi.. masih memberi harapan padanya, masih ingin menangis dalam pelukannya. Masih ingin menjadikannya satu-satunya dalam hidupku. Aku ingin.. inginku terlalu bnyak.. terlalu menumpuk sehingga otakku pun tak sanggup menampung semua ingin yang membujal dalam jantung. Awal yang baik tak selamanya berakhir baik. Awal yang indah tak selalu mulus dengan keindahan. Cinta yang tulus tak selalu dapat balas yang halus. Semua hanya karena situasi dan kondisi. Semua tergantung keadaan. Akankah kita sanggup mengendalikan keadaan atau bahkan kita yang di kendalikan oleh segala situasi yang tak mendukung. Seperti semua yang semula baik-baik saja kini mulai goyah dan terusik. Bukan cinta raffi padaku. Bukan perhatian Raffi terhadapku. Aku tahu tipe orang seperti apa kekasihku. Ari kembali. Kembali mengusik setiap kerja organku. Menjadikan abnormal setiap denyut jantung dan aliran darahku. Jantungku mampu memompa darahku 2x lebih cepat dari biasanya. Masa-masa shock telah mendekati ku. Ketakutan dan kegelisahan memburu setiap putaran otak yang semakin tak menentu. Apa yang ku takutkan?? Aku begitu kalut. Aku tak ingin larut dalam kisaran cinta butaku. Emosiku memuncak… tuhaaaaan mengapa ia harus kembali saat hatiku bahagia tanpanya??? Mengapa dia harus mengusik kisahku saat aaku baik-baik saja… mengapa dia harus menyapaku saat aku berada dalam batas” normal kewarasanku?? Apakah kini aku kembali abnormal hanya karena dia?? Apakah aku benar” gila saat ini??? Oh God…. Ku harap begitu… aku tak sanggup bila aku harus malu terhadap diriku sendiri.. aku tak mampu jika harus menanggung sakit yang pernah hilang ini. Aku tak mungkin bisa jika harus terlelap dalam bayangnya yang kian nyata dan akan maya kembali. Aku tak mampu jika aku harus bertumpu pada hati yang semakin tak waras hanya karena semua titik normal hidupku telah mencair. Tuhan… tolong aku… keluarkan aku dari segala kisah munafik ini. Atau… kuatkan aku untuk tetap menjadi sosok picik yang tak berani mengakui bahwa hati ini lama memujanya. Biarkan aku tetap pada pendirianku.. bahwa semua ini maya dan takkan berubah jadi nyata… melalui apapun..
Kisi-kisi cinta ini tak kembali karena memang nyatanya cinta ini tak pernah hilang dr dlam hatiku. Hanya saja mengapa semua kembali nyata dalam pelupuk pandanganku. Tak bisakah semua ini sirna saja.. agar tak ad lagi yang tersakiti karenanya,,, meskipun q tak mungkin sa bangkit dengan kekuatanku sendiri…
Siang itu, Q pulang sekolah sendiri. Supirku yang paling setia (Raffi) sedang berbaring lemas dalam bilik kecil rumah sakit. Dia kena DB. Jadi harus merelakan diri menginap di kos mahal paling gag enak sedunia itu. Namun bukan itu yang ingin ku bahas. Ari,, ya.. ari menghampiriku di depan sekolah. Semua orang tau, bahkan pembaca kisah ini pun akan tau seberapa bergoncangnya dada ini, seberapa kerasnya degup jantungku. Betapa senangnya hatiku. Betapa gelisahnya pikiranku. Mau apa dia mengahmpiriku?? Semoga bukan awal yang buruk.
“gha..” Ari berbisik lirih.. deg.. hatiku miris.. suaranya tak seceria ketik dia massih sering menggodaku. Wajahnya tak sebahagia saat terakhir Q melihatnya tersnyum.. dia berubah..kenapa???
“gag di anterin cowok kamu??” Q terkesiap.. dia tahu…
‘eemmms…”
“Q tau ko.. aku tau semua. Selama ini aku bukan menghilang. Aku hanya ingin menatta diri.”
“ dia sakit..” hanya itu kalimat yang mampu terucap daribibirku.
“ aku Cuma mau pamit ma km.. aku ingin pergi.. bukan selamanya.. hanya sementara. Untuk menata hidupku.. aku ingin di hargai.. aku ingin di cintai.. aku ingin semua orang tau aku ini ada disini. Aku ini nyata. Aku juga berhak punya hidup. Aku bukan orang yang patut diremehkan. Aku ingin semua orang mengakui keberadaank,, termasuk kamu. “Tuhan apa ini??
“trus kuliah kamu gmana?? Perasaan kamu baru semester 6 deh”
“ Q di DO…” mataku semakin lebar membelalak… DO?? Ternyata semua begitu semrawut “ aku akan kembali,, ketika semua sudah begitu baik. Ketika semua sudah berubah. Saat aku telah kaya. Saat aku tak lagi bisa di pandang sebelah mata., aku akan kembali hanya untuk kamu. “ ari berlalu begitu saja.. dan aku hanya mampu terperangah. Dia tak kembali menoleh. Dia akan kembali buat aku Tuhan. Buat aku. Tapi yang jadi pertanyaan dalam gemuruh hatiku adalah.. kapan dia akan kembali?? Kapan cinta ini bersambut?? …
22 maret 2006
Belenggu ini kian kuat melilit hatiku. Pasha bilang ini sebuah Dilema.. heuheu.. bisa melucu juga ternyata. Sejak pertemuan singkatku dengan ari, semuanya semakin semrawut. Aaaarrrrggghhhh.. kenapa cinta ini begitu membodohkan diriku? Kenapa aku menjadi dungu hanya karena rasaku padanya?? Dan yang lebih bodoh ( oooouugh… yang lebih bodoh mengapa aku harus menyadari bahwa aku bodoh dan memproklamirkan kebodohanku??/ dasar bodoh… loh…).. aku memutuskan ikatan hubunganku dengan Raffi. Cinta yang aku pilih justru cinta yang semakin lama semakin layu dan pudar. Cinta yang tak akan mungkin ku temui titik tengahhnya. Cinta yang tak mungkin ku jumpai pangkal dan ujungnya sehingga tetap saja berlanjut dalam duka yang semakin mencekik hidupku. Segala tiang” kesabaranku telah runtuh. Telah hancur oleh pusara cinta yang beku.
“ fi… maafin aku yagh???” berat rasanya harus melontarkan kata-kata ini. Karena berjuta maaf pun takkan mampu menghapus setumpuk kebohongan yang selama ini terbenam tak berdaya dalam sudut hatiku yang selalu temaram.
“ ngmong apa sih gha…mank kamu salah apa harus mnta maaf gini ke aku??”
“ aku munafik ffi… aku ini gag pantes buat kamu…”
“aku semakin gag ngerti ma kamu gha?”
“eeemmsss…. Aku mau… kita temenan ja. Aku mau kita uda gag pacaran fi..” Raffi hanya diam. Aku tak tau kehancuran sepertiapa yang dia rasakan, aku tahu dia ingin penjelasan lebih lanjut. Tapi aku tak tahu mengapa dia pergi begitu saja. Meninggalkan aku dlam risau jiwa yang semakin menghimpit. Hingga menjadikanku teramat sakit. Aku melukainya demi cinta yang tak seharusnya.
Sepi dan semakin hampa. Aku melangkah sendiri dalam kelumpuhan ini. Sanggupkah aku terus berjalan menyusuri jalan panjang yang membentang dengan pincang kakiku ini. Mampukah aku bisa menatap selaksa masa depan yang terpampang indah di hadapanku dengan kebutaan nurani yang abadi. Sampai saat ini aku masih bertahan. Aku masih sendiri menunggu janji yang semakin kurasa mati. Janji yang mungkin teringkari karena telah bermusium dalam memori hati yang tak mungkin di bedah lagi. Mungkin memang ini kebodahan. Mungkin memang ini ketledoran. Tapi ini cinta yang kuharapkan. Sampai mungkin aku mati dan terkubur. Mungkin sampai aku hancur dan kembali menjadi tanah.. semua akan sama seperti ini. Sudah cukup. Sudah tak ada kalimat yang bisaku rangkai. Sudah. Cukup.. tapi semua tak berhenti sampai disini. Aku massih terus hidup.melanjutkan separuh kisahku dalam diamku.
Harus seperti apa ku jalani semua ini. Keraguanku semqkin nyata. Apakah harus keluhan-keluhan ini kembali terlontar. Haruskah hanya sakitku yang akan ku ceritakan. Dalam setiap rapuh dan diamku, ku dikejutkan oleh kedatangannya kembali. Oh sungguh ini yang ku harapkan. Ini yang selama ini kun anti. Dia kembali. Untukku. Untuk cinta yang selalu di hatiku ini. Sudahlah,,, semua orang tau rasa apa yang menyusup dalam hatiku. Kebahagiaan yang begitu waah untukku.
Kurasa tak perlu aku mendetailkan kisah cintaku. Semua berjalan mulus. Sesuai harapanku, sesuai mimpiku ini. Dia mencintaiku. Ari mengagungkanku. Memberiku segenap cintanya. Hari-hariku kini indah. Seindah hari yang diciptakan tuhan untuk semua umatnya. Yang membanggakanku, dia benar” menepati janji…… sekarang dia sudah mampu menjadi sosok lelaki idaman ( dr pertama ketemu sampe skrang dia tetap menjadi lelaki idaman dalam hati dan hidupku.) dia mampu bangkit dari jatuh yg telah membuatnya hancur, dan kini dia telah jadi manusia terbaik untukku. Bahagianya punya calon suami sepertinya. Rencananya.. lulus kuliah ntar Q nikah ma ari. Amiieeeen….
Seminggu sudah senyuman ari tak ku lihat. Tatapan matanya tak menembus ruang batinku yang terdalam. Suaranya tak menemaniku saat-saat galau ku. Dia jauh disana. Menekuni setiap sisa masa depannya. Untuknya.. untukku.. untuk semua yang indah buat kami.. soo sweet… ku ambil gadget kecilku… ku dial no hape ari….ku dengar nada yang menyambungkan panggilanku untuknya…
“ apa sayang…” suara di seberang tiba” hangat menyusup dalam batinku yang sesak oleh kerinduan.
“ kangen aja sama kamu..”
“tumben kamu bisa kangen ma Q….”
“gag tau neh… ya ya,,, tumben jja kangen ma km..”
“ya neh.. q juga tumben”an kangeen bnget ma km… km baik-baik jja kan yank…”
“ ya.. Q baik” jja.. kamu sehat kan? Dmana sekarang??”
“ di jalan.. mau pulang…”
“ko kamu gag bilang mau pulang…hayoo…”
“hadduh sayang.. ngejar waktu.. Q punya janji sama km sayang.. bsok tanggal berapa? Ngerti ya sayang..”
“cincin??”
“ya sayang.. ku kan udda janji ma km.. tanggal 10 agustus.. cincin itu udda harus kamu pake..”
“q kan bisa ambil sendiri.. sekarang udda jam berapa?? Tokonya 1 jam age tutup…mank masih bisa di kejar..”
“masih.. kalo km tutup telpunnya dan aku nerusin perjalanan,,,, oke… aku sayang kamu.. banget.. sampae kapanpun…sampai aku mati..mmuach…”..ku dengar bunyi klik… dia mematikan sambungan telpunku. Ya udda lah …
Tak mampu mataku terpejam.. pikiranku massi melayang jauh mencari kekasih hatiku.. mungkin dia udda nyampe rumah.. ku dial kembali no hape nya.. tapi justru suara cantik sang operator yang berkumandang di telingaku menandakan hapenya dalam kondisi off.. mungkin dia cape.. mungkin gag smpet charge hapenya… selalu ad ribuan pikiran baik tentangnya.. perlahan mataku terpejam..merajut mimpi indahku malam ini…
Pagi datang menjelang.. dengan segala indah dan eloknya… sungguh… heeem… malas rasanya beranjak meninggalkan bantalku tercinta…
“ gha bangun nak… ada bagus..” kepala ibuku mendongak di pintu… bagus adalah kakak laki’ ari..
“ngapaen bu pagi” kesini…”
“ udda d temuin jja dulu nak…”
“ya udda.. bilangin q sekalian mandi…” ibu keluar… aku tak berpikir panjang langsung menyambar handuk dan seketika aku udda harum oleh balutan sabun + parfum..kulangkahkan kakiku menemui mas bagus.
“pagi mas… ada apa neh…” sapaku ceria pada mas bagus.. dan hanya senyum simpulnya yang ku lihat..
“ibu nyuruh q jemput km…”
“sekarang??/”
“tahun depan gha….ya sekarang… yuk…”hanya snyuman yang ku lontarkan untuk mengiyakan ajakannya. Hanya ad diam dalam sepanjang jalan ini…diam dan diam….tak terasa mobil bagus sudah mulai menepi d dpan rumahnya. Keheranan ku memuncak.. ada apa ini.. begitu banyak orang d rumah ari … bagas turun dari mobil dan langsung menghambur pada kumpulan orang” itu tanpa memedulikan diriku yang masih berkecimpung dalam pikiranq sendiri… ada apa???. Ku beranjak.. kakiku mulai melangkah,.. semua orang menatapku.. seperti rasa iba.. kasihan… seperti aku ini orang termalang sedunia yang butuh belas kasihan semua orang yang menatapku. Ku coba diam.. hanya mampu tersenyum. Bibirku tak mampu berkata apapun.. hanya mampu menganga lebar bibirku ne.. cukup seperti itu… aku… mataku.. langsung tertuju pada sosok yang terbujur tak berdaya di lantai.. di kerumuni banyak orang.. menangis.. meraung… siapa itu… aku tetap diam tak berdaya,, aku tak tau otakku berpikir apa dan hayalku berada dimana.. aku hanya merasa ada dua orang menghampiriku dad memapah tubuhku yang ikut gemetar menuju sesosok tubuh kaku yang tak bernyawa itu.. ingin ku yakinkan mataku.. nyatanya mataku sudah teramat perih untuk menatap.. air mata yang tak kusadari sudah deras mengaliri pipiku… menetes sampai ke dadaku… tubuhku bergetar…. Ku usap pipinya.. dia tak bergerak.. coba ku kecup bibirnya.. dia tak membalas… tetap diam… ku coba telusuri seluruh wajahnya dengan bibir basahku.. tapi dia tetap diam… ku raba tangannya yang menggenggam… terdapat dua cincin tunangan disana…
“Q gag suka cara becandamu yank.. udda bangun gih…” mampu seucap kalimat terlontar… dia tetap diam…. Kurasakan sentuhan hangat mendarat di pundakku..kudengar dia berbisik lirih…
“ikhlaskan mas mu ya nak.. sabar..” q abaikan semua ucap yang terasa memanas di telingaku..
“yank.. kamu janji sama aku.. kita bkal sama” terus… kita gag mungkin pisah…kamu gag akan ninggalin q… kamu inget kan yank…yank dengerin aku… yank….” Dia tetap diam.. diam… diam… dan mengabaikan isakan yang menyayat batinku sendiri..ku sentuhkan tangan dingin yang mulai membiru itu ke wajahku.. kini tak ada lagi kehangatan yang kurasa.. kenapa tak sama seperti dulu….aku mulai meraung… memeluknya..erat.. aku tak ingin melepaskannya.. sampai ku rasa banyak sekali tangan yang menarikku darinya… hanya raungan yang terasa di telingaku.. semua orang berusaha menenangkanku….
“ sabar nak.. sabar…iklaskan masmu ya nak…biar dia tenang..”
“ mas gag mungkin mati bu.. gag.. mas udda janji ma q… gag mungkin….” Tuhan…. Kenapa harus ari.. kenapa harus kekasihku… wanita mana yang kuat melihat calon suami yang dibanggakannya terbujur kaku tak bernyawa di hadapannya.. wanita mana yang mampu menahan tangis harus mengantarkan separuh jiwanya pergi meninggalkannya… begitu juga aku. Aku yang tak mampu merasakan semua ini sendiri. Aku yang tak mungkin sanggup merasai kehidupan hampa ini tanpa dia.. aku yang tak mungkin bisa apa”.. aku yang lumpuh tanpa ari di sampingku.. kenapa dia?? Kenapa Tuhan.. ??? aku ingin melaknat.. tapi pada siapa?? Siapa yang bisa kupersalahkan dengan kekejaman takdir yang melumpuhkan semua hidupku..
Q masih tak mampu mencerna.. tak mampu percaya.. sudah 7 hari ari meninggal. Tapi aku masih meyakini dia akan kembali. Aku masih tak percaya kalau ari meninggalkanku selamanya. Aku tak percaya malam itu terakhir kali aku mendengar suara kekasihku. Dan sekarang semua hilang. Semua sirna.. ku pandangi gambar” bahagiaku dengannya.. nyatanya Tuhan memang tak merestui kebahagiaanku bersamanya. Ku ambil cincin yang ari genggam waktu itu. Incin yang telah merenggut nyawa kekasihku. Cincin yang telah membuat kekasihku kecelakaan.. aku ataukah janjinya yang patut dipersalahkan?.
Aku harus bangkit.. harus.. aku tak mungkin seperti ini. Aku tak mungkin menutuo semua yang telah nyata di depan mataku.. masih banyak yang harus ku wujudkan. Aku akan bahagia. Aku yakin suatu saat nanti aku kan bertemu dengannya di surga.. karena aku tau aku dan ari adalah SATU.ku tersenyum simpul.. sisa lukaku masih ad.. tapi aku harus melangkah.. “ tunggu aku di sana.. aku pasti bersamamu”

Kamis, 18 Maret 2010

Luph Iuw

terbIasa q mengarAh LanGit... trus mNengaDah d mNcoBa selaLu tErbAng,,,, MmbaYang Indah saAt Quw Di awang"... teRus tRbaNg... MelAyang... Dalam Orbit pnjaNg yg Tak LeKang................
terbiaSa qu KecAp Manisnya GuLa hIdup,,,,,Truss Smpai q tk Teu Ap yG seDang Qu hiRup,,, trusss,,HinggA seMua mereDup dan tk lGi BisA q seBut........
iNdah,,, meMang......
asik... pasTi....


Tpi Tk Ku tau.... tk Quw Sadar.....
seMua Hlang.....Quw TerjeremBab jAtuh....Jatuh TanpA kiSaran Bumi Kan meNampung... Jatuh....Dan Tak tEu kAn kMana Quw Kan Sampai............Sayap" iNdahKu Tak Age dpet Ku kEpakkAn...RetaK... Patah....dan hilang....

N Qu mAssi tk Sadar..Semua terNyata teLAh pudaR...
KeCap mAnis kIni maYA... TergAnti Pahit yg MenyiSir SetIap LaJu darahKu... PaHit... MenelusuRi SetiAp jeNJaNg sIsa Napaskuh...........Pahit... Dan HAnya Pahit..............Sakidh..........
Tk adDa PnyeSalan.... Buat aPa Tangisan..Tak PntiNg rinTihan...Yg harUs q LakukAn,,, KAn Qu DandAni Sayap' kEcilQu Kmbali..Q cOba terbang Lg.. PeLan.. PasTi...mNuju Yg AbAdi....
yG HruS Qu Lkukan....MenYingkIrkan pahit Ini.... MncoBa MnGecap YG ManiEs kMbLi tNpa q hiLangkan phitQu...
yG hrus q Lkukan.... q balut Lukaku...Agar Sakidh Ne CePat sEmbuh.. Smbuh... n tkkan KambUh...

Sabtu, 13 Maret 2010

mimpi

mimpi itugh indagh....

indah...

indah...

aku bersamamu...

dan selalu dsisimue..

ku ingin semua bkan buai belaka... bkan halusinasi semata....


kaulah reinkarnasi dewa dlam hdupku,,,


menyusup hingga ke relung jiwaku...



selalu mncintaimue...


mngharapmue dlam mimpiku..


mungkin kau hanya fatamorgana semu...


mungkin kau bkanlag yang nyata...



ntahlah...



maya bukan berarti tak ad...


samar bukan berarti binasa...



meski hanya mimpi..

ku mnunggumu disini.. dalam setiap gelap sudut jiwaku yang semakin resah...



hanya untikmue