Senin, 16 Agustus 2010

*CeriDtha SesaL dLam BAtin*

apa yang harus dipersalahkan ketika penyesalan hinggap menelusuri sanubari yang kia ringkih oleh hujat nista seuntai dosa. siapa yang wajib di caci ketika semua rasa takut menyusuri aliran darah hingga tak terkendali. menjadi puitam di ujung amarah. menjadi debu dalam kilauan bersih yang sesi\ungguhnya menyiksa.. tak mungkin waktu yang salah. tapi juga tak mau menyalahkan diri. tak mungkin situasi dan kondisi yang wajib di adu. tapi memamg pilihan yang selalu beradu. mengadu domba antara batuin dan kenyataan yang akan pahit. apalah ini. sesal tiada arti.. apalah ini. sesal membawa mati. jika memamg binasa ... matilah sekarang..
jika memang hancur..pupuslah saat ini. tak perlu tertutupi karena dosa. jangan sampai terhianati karena nista. pengakuan ini jelas ad. ada hukum yang tak kentara. hukum hati dan jiwa yang menyiksa.. hukum TUHAN yang menghunjam.. huykum alam yang mengucilkan. malu rasanya. malu akan bodohnya diri menghadapi kisaran waktu yang terpilih. malu karena nyatanya kebodohan ini serupa keledai. malu karena tak seorangpun yang q tanamkan percaya terhadap ku.
apa ini dosa. dosa dari nikmat yang tak terkira. dosa karena sebuah cinta yang dibutakan oleh rasa. apa harus malu. semua sudah terlanjur. terlanjur terjadi dan mengerak dalam memori. terlanjur hancur dan tak terpikirkan lagi. apa yang harus dilakukan. penyesalan bukanlah jalan. pintu iman juga sepertinya sudah tak nyaman. agh... ternyata memang inilah setan dalam diri insan. inilah jin yang selalu memberi ijin. tidak...jangan menyesal... semua akan ada jalan.. pasti.. entah mudah atayu berliku,... pasti..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar