SATU
“sayang,,knapa nangis????diem ya ku gag mau liat kamu sedih…”aku tergaeragap, dia didekatku,,, memelukku kembali,, hangat tubuhnya kmbali kurasakan,,,tapi semua hanya mimpi,,, semua ternyata hanya ilusi yang tak kan pernah terulangi. Ku banyangkan kembali jika memang benar dia ada disini menemani setiap hariku… semua kenangan indah yang dulu pernah ada kini kembali membayang,, menari-nari dipelupuk mataku….
23 Agustus 2003
Ku mulai menjejakkan kakiku dalam dunia putih abu-abuku…segala macam kegiatan mos dan sebangsanya kulalui,,,mungkin ini yang akan jd hal terindah dalam masa mudaku,,,ku kini adalah remaja… mulai mengenal dunia luar yang lebih indah.. bahkan mulai mengenal sesosok lelaki yang ingin kujadikan seseorang yang berarti dalam setiap langkah hidupku,,, ingin kujadikan pelabuhan terakhir dalam kisaran perjalanan hidup yang ku lalui,,,namun nyatanya semua tak semudah apa yang kubayangkan,,, ku bukan orang yang teramat cantik untk dapat dicintai semua orang tapi juga bukan sesosok wanita buruk rupa yang tak pantas mendapat cinta yang ku ingini. Hidupku terus berlanjut.. hariku terus melaju. Semua baik-baik saja..bahkan ketika ku mengenal sesosok lelaki yang bernama ARISANDY WIBOWO. Dalam pikirku, dia adalah cowok paling nyebelin,, selalu menggoda tanpa mau mengenalku. Hanya cengar cengir, istilahnya dia cowo sowag,, ku tak pernah menggubrisnya, tzk pernah kuladeni segala guraunya untuk mendapat perhatianku.
Tiba saatnya,, ku bertemu kembali dengan ari,, dia berbeda dengan yang ku tahu selama ini, dia begitu baik.. semua mulai mempesonaku. Hatiku mulai menunjukkan getaran-getaran aneh ketika ku melihatnya. Tapi ku tak pernah mengakui bahwa ku menginginkannya lebih dari seorang teman.
05 september 2003
Pagiku gemilang.. taun pertamaku menjadi seorang murid sma membuatku berubah untuk punya pemikiran yang dewasa. Ku awali pagi ini dengan senyum termanisku.. ku lihat sahabatku melayangkan kaki mungilnya menuju tempatku. Ku hanya tersenyum menanti kedatangannya. Ketika dia tiba di hadapanku, dia menyodorkan sebuah lipatan kertas kecil untukku..
“apa vi???..”
“dari ari..baca ajja” deg…. Hatiku bergetar…sepucuk surat… surat cintakah ini?? Surat ungkapan rasa yg terpendam di hati ari kah ini?? Tuhan…… semoga saja….
Dalam kediamanq…. Aku tepekur,, massi tak sanggup jari-jariku membuka lipatan surat tanpa amplop itu… hanya secuil kertas buku tak berbunga-bunga… tanpa motif… hanya bergaris hitam….bercoret-coret indah dari likuan jarinya menggenggam bolpoin….aku tak sanggup.. aku masih tak bisa merasa apa yang dia rasa… ingin ku membuka…dengan harapan aka nada sepercik cinta yg mungkin telah singgah dalam hatinya.. namun aku takut jika nyatanya semua hanya ungkapan salam kenal atau bahkan ungkapan yang mencemooh diriku…. Tuhaan… apa ini??? Haruskah aku??...atau mungkinkah aku??....dalam gamang yang sekian lama menusuk lubuk hatiku…q tuntun tekad dalam kalbuku… ku beranikan jari-jari mungilku membuka surat yang sedari tadi ku genggam…
Sweety rose
Ku tatap semua yang melekat padamu…
Begitu manis dan indah… begitu memesona…begitu kasat untuk disentuh…begitu jauh ku rasa.. bergetar..hanya sekedar getaran tak berasa..
Bunga mawar dalam kisaran taman ini begitu indah.. namun ketika ku menatap manis senyummu..semua sirna.. semua hilang..semua musnah..tergantikan dengan aura yang begitu waaah… apa yang harus kukatakan sekedar memuji mawar berduri sepertimu….menyentuhmu adalah sama untuk meruntuhkan setiap keagunganmu yang kurasa sempurna….
Agghhh…sudahlah…mungkin sudah cukup… tak bisa lagi otakku berputar… tak bisa lagi sarafku merangsang setiap kata yg mungkin indah untuk memujimu….lemas jariku dalam galau segala risau yangmengganggu setiap mlam dalam bayangan bidadari cantik ini….
My sweety rose….
Black hole..
Aaaarrrgg… apa ini tuhan… ini bukan cinta yang ku inginkan… ini bkan kata yang ku harapkan.. tapi apa ini… ini hanya sekedar pujian untukku… bahkan mgkin ini hanya seutas kiasan yang sebenarnya tak indah buatku…. Tapi hatiku terlalu bangga dengan bualan ini.. hatiku terlalu menjerit girang karena goresan ceker ayam, ini. Tuhan… aku ingin dengannya … tolong aku…. Aku ingin bahagia bersama dirinya…. Aku ingin… aku mau…
Aku melalui hariku… seperti ini… seperti hari”ku yagh tetep hampa…. Hari yg selalu kulalui sendiri.. aku tak ingin menceritakan betapa semrawutnya susunan keluargaku… betapa carut marutnya kasih sayang orang tuaku. Aku malu.. aku tak mau siapapun tau aku terkekang dalam belenggu kasih sayang yang seharusnya indah … terlalu rumit di mengerti.. terlalu rumit untuk sekedar di cerirtakan. Kasihan orang” yang mendengar kilas balik kisah yang tak ada ujungnya…
Aku ingin punya cinta,, aku menanti ari.. tapi dia tak kunjung datang… dia tak merasa aku menunggunya… hanya kiasan yang selalu ku dapat.. puing-puing cintaku padanya ingin ku letakkan.. aku ingin mencari cinta yang nyata untukku. Ada sesosok insane yang begitu nyata dalam kiasan kisah hidupku… aku tak menaruh hati padanya.. tapi harapannya untuk memilikiku begitu besar….ingin ku buka hatiku untuknya… bismillah ya Rabb….
22 januari 2006
( maaf terlalu meloncat, intinya aku terlalu lama menunggu ari yang semakin lama semakin gag jelas maunya,,,terlalu lama hingga aku berpaling pada rafi)
Raffi,, teman sekelasku sejak kelas 1,, dia pun menaruh hati padaku sejak kami bertatap muka saat pendaftaran. Dan baru hari ini statemennya ku tanggapi, itupun setengah hati. Sebagai pelarian sakit hatiku yang teramat dalam pada ari. Aku mank terlalu picik,, aku munafik,,, aku tega aku kejam. Aku tau suatu saat semua akan terlalu buruk. Mungkin bukan karma tapi balasan. Aku tau. Tapi aku tak mau tau. Hari-hariku hanya ku habiskan dengan kegetiran hati. Dengan segala doaku semoga Raffi tak pernah tau hatiku.
“ ko nglamun?? Sakit?? Makan yuk….” Rafii membuyarkan segala lamunanku…hatiku berdetak… Tuhan,,, semoga dia tak mendengar detak jantungku yang meningkat drastic. Semoga dia tak tau betapa desiran darahku menjadikan tubuhku gemetar. “ hei… kenapa si gha??”
“emmmhh… gpp ko ffi…. Kamu lom mkan yagh?? Ya udda ;yuk ke kantin..”
“ gag gha… kamu sakit… aku anterin pulang jja yagh,,, dari pada km pingsan disini… ntar dikira q co gag bertanggung jawab..”
“ dasar lebay ne anak….”aku mendorong pundak raffi…dia tertawa… aku senang melihat senyum manisnya…
‘ gituu doonk… princess q harus ketawa… kan manis..”
“ udda dde… abis mkan langsung anterin pulang yagh…..’
“emmhh… trus first datenya kapan donk…..”
”tar de… age cape negh…..”
“ok my sweety…..” maafkan aku ffi….. blum ada cinta dlam hatiku untukmu… semua massih samar.. maaf jika kamu hanya sebagai pelengkap dalam kisah cintaku yang sebenarnya.
Mungkin terlalu munafik atau bahkan mungkin terlalu picik.. raffi terlalu baik untuk aku sia-siakan. Q mulai mau menerima kehadiran raffi sepenuhnya.. q tak salah telah melarikan diri dari siksa cintaku pada ari. Begitu perfect. Begitu indah.. tanks yah fii….semua berlalu….sebulan…dua bulan…berjalan mulus..q mulai melupakan kisi” kesakitan yang terpercik dari penantianku terhadap ari. Q mencintai raffi?? Mungkin…. Q menerima dia dari hatiku..??? Q rasa….
Tak ada kisah lain yang ingin dan pantas ku ceritakan selain kisah cinta bodoh ini. Hanya ini yang bisa ku kenang.. tentang semua cinta yang pernah merasuk dalam batinku. Q masih bertahan dengan Raffi.. masih memberi harapan padanya, masih ingin menangis dalam pelukannya. Masih ingin menjadikannya satu-satunya dalam hidupku. Aku ingin.. inginku terlalu bnyak.. terlalu menumpuk sehingga otakku pun tak sanggup menampung semua ingin yang membujal dalam jantung. Awal yang baik tak selamanya berakhir baik. Awal yang indah tak selalu mulus dengan keindahan. Cinta yang tulus tak selalu dapat balas yang halus. Semua hanya karena situasi dan kondisi. Semua tergantung keadaan. Akankah kita sanggup mengendalikan keadaan atau bahkan kita yang di kendalikan oleh segala situasi yang tak mendukung. Seperti semua yang semula baik-baik saja kini mulai goyah dan terusik. Bukan cinta raffi padaku. Bukan perhatian Raffi terhadapku. Aku tahu tipe orang seperti apa kekasihku. Ari kembali. Kembali mengusik setiap kerja organku. Menjadikan abnormal setiap denyut jantung dan aliran darahku. Jantungku mampu memompa darahku 2x lebih cepat dari biasanya. Masa-masa shock telah mendekati ku. Ketakutan dan kegelisahan memburu setiap putaran otak yang semakin tak menentu. Apa yang ku takutkan?? Aku begitu kalut. Aku tak ingin larut dalam kisaran cinta butaku. Emosiku memuncak… tuhaaaaan mengapa ia harus kembali saat hatiku bahagia tanpanya??? Mengapa dia harus mengusik kisahku saat aaku baik-baik saja… mengapa dia harus menyapaku saat aku berada dalam batas” normal kewarasanku?? Apakah kini aku kembali abnormal hanya karena dia?? Apakah aku benar” gila saat ini??? Oh God…. Ku harap begitu… aku tak sanggup bila aku harus malu terhadap diriku sendiri.. aku tak mampu jika harus menanggung sakit yang pernah hilang ini. Aku tak mungkin bisa jika harus terlelap dalam bayangnya yang kian nyata dan akan maya kembali. Aku tak mampu jika aku harus bertumpu pada hati yang semakin tak waras hanya karena semua titik normal hidupku telah mencair. Tuhan… tolong aku… keluarkan aku dari segala kisah munafik ini. Atau… kuatkan aku untuk tetap menjadi sosok picik yang tak berani mengakui bahwa hati ini lama memujanya. Biarkan aku tetap pada pendirianku.. bahwa semua ini maya dan takkan berubah jadi nyata… melalui apapun..
Kisi-kisi cinta ini tak kembali karena memang nyatanya cinta ini tak pernah hilang dr dlam hatiku. Hanya saja mengapa semua kembali nyata dalam pelupuk pandanganku. Tak bisakah semua ini sirna saja.. agar tak ad lagi yang tersakiti karenanya,,, meskipun q tak mungkin sa bangkit dengan kekuatanku sendiri…
Siang itu, Q pulang sekolah sendiri. Supirku yang paling setia (Raffi) sedang berbaring lemas dalam bilik kecil rumah sakit. Dia kena DB. Jadi harus merelakan diri menginap di kos mahal paling gag enak sedunia itu. Namun bukan itu yang ingin ku bahas. Ari,, ya.. ari menghampiriku di depan sekolah. Semua orang tau, bahkan pembaca kisah ini pun akan tau seberapa bergoncangnya dada ini, seberapa kerasnya degup jantungku. Betapa senangnya hatiku. Betapa gelisahnya pikiranku. Mau apa dia mengahmpiriku?? Semoga bukan awal yang buruk.
“gha..” Ari berbisik lirih.. deg.. hatiku miris.. suaranya tak seceria ketik dia massih sering menggodaku. Wajahnya tak sebahagia saat terakhir Q melihatnya tersnyum.. dia berubah..kenapa???
“gag di anterin cowok kamu??” Q terkesiap.. dia tahu…
‘eemmms…”
“Q tau ko.. aku tau semua. Selama ini aku bukan menghilang. Aku hanya ingin menatta diri.”
“ dia sakit..” hanya itu kalimat yang mampu terucap daribibirku.
“ aku Cuma mau pamit ma km.. aku ingin pergi.. bukan selamanya.. hanya sementara. Untuk menata hidupku.. aku ingin di hargai.. aku ingin di cintai.. aku ingin semua orang tau aku ini ada disini. Aku ini nyata. Aku juga berhak punya hidup. Aku bukan orang yang patut diremehkan. Aku ingin semua orang mengakui keberadaank,, termasuk kamu. “Tuhan apa ini??
“trus kuliah kamu gmana?? Perasaan kamu baru semester 6 deh”
“ Q di DO…” mataku semakin lebar membelalak… DO?? Ternyata semua begitu semrawut “ aku akan kembali,, ketika semua sudah begitu baik. Ketika semua sudah berubah. Saat aku telah kaya. Saat aku tak lagi bisa di pandang sebelah mata., aku akan kembali hanya untuk kamu. “ ari berlalu begitu saja.. dan aku hanya mampu terperangah. Dia tak kembali menoleh. Dia akan kembali buat aku Tuhan. Buat aku. Tapi yang jadi pertanyaan dalam gemuruh hatiku adalah.. kapan dia akan kembali?? Kapan cinta ini bersambut?? …
22 maret 2006
Belenggu ini kian kuat melilit hatiku. Pasha bilang ini sebuah Dilema.. heuheu.. bisa melucu juga ternyata. Sejak pertemuan singkatku dengan ari, semuanya semakin semrawut. Aaaarrrrggghhhh.. kenapa cinta ini begitu membodohkan diriku? Kenapa aku menjadi dungu hanya karena rasaku padanya?? Dan yang lebih bodoh ( oooouugh… yang lebih bodoh mengapa aku harus menyadari bahwa aku bodoh dan memproklamirkan kebodohanku??/ dasar bodoh… loh…).. aku memutuskan ikatan hubunganku dengan Raffi. Cinta yang aku pilih justru cinta yang semakin lama semakin layu dan pudar. Cinta yang tak akan mungkin ku temui titik tengahhnya. Cinta yang tak mungkin ku jumpai pangkal dan ujungnya sehingga tetap saja berlanjut dalam duka yang semakin mencekik hidupku. Segala tiang” kesabaranku telah runtuh. Telah hancur oleh pusara cinta yang beku.
“ fi… maafin aku yagh???” berat rasanya harus melontarkan kata-kata ini. Karena berjuta maaf pun takkan mampu menghapus setumpuk kebohongan yang selama ini terbenam tak berdaya dalam sudut hatiku yang selalu temaram.
“ ngmong apa sih gha…mank kamu salah apa harus mnta maaf gini ke aku??”
“ aku munafik ffi… aku ini gag pantes buat kamu…”
“aku semakin gag ngerti ma kamu gha?”
“eeemmsss…. Aku mau… kita temenan ja. Aku mau kita uda gag pacaran fi..” Raffi hanya diam. Aku tak tau kehancuran sepertiapa yang dia rasakan, aku tahu dia ingin penjelasan lebih lanjut. Tapi aku tak tahu mengapa dia pergi begitu saja. Meninggalkan aku dlam risau jiwa yang semakin menghimpit. Hingga menjadikanku teramat sakit. Aku melukainya demi cinta yang tak seharusnya.
Sepi dan semakin hampa. Aku melangkah sendiri dalam kelumpuhan ini. Sanggupkah aku terus berjalan menyusuri jalan panjang yang membentang dengan pincang kakiku ini. Mampukah aku bisa menatap selaksa masa depan yang terpampang indah di hadapanku dengan kebutaan nurani yang abadi. Sampai saat ini aku masih bertahan. Aku masih sendiri menunggu janji yang semakin kurasa mati. Janji yang mungkin teringkari karena telah bermusium dalam memori hati yang tak mungkin di bedah lagi. Mungkin memang ini kebodahan. Mungkin memang ini ketledoran. Tapi ini cinta yang kuharapkan. Sampai mungkin aku mati dan terkubur. Mungkin sampai aku hancur dan kembali menjadi tanah.. semua akan sama seperti ini. Sudah cukup. Sudah tak ada kalimat yang bisaku rangkai. Sudah. Cukup.. tapi semua tak berhenti sampai disini. Aku massih terus hidup.melanjutkan separuh kisahku dalam diamku.
Harus seperti apa ku jalani semua ini. Keraguanku semqkin nyata. Apakah harus keluhan-keluhan ini kembali terlontar. Haruskah hanya sakitku yang akan ku ceritakan. Dalam setiap rapuh dan diamku, ku dikejutkan oleh kedatangannya kembali. Oh sungguh ini yang ku harapkan. Ini yang selama ini kun anti. Dia kembali. Untukku. Untuk cinta yang selalu di hatiku ini. Sudahlah,,, semua orang tau rasa apa yang menyusup dalam hatiku. Kebahagiaan yang begitu waah untukku.
Kurasa tak perlu aku mendetailkan kisah cintaku. Semua berjalan mulus. Sesuai harapanku, sesuai mimpiku ini. Dia mencintaiku. Ari mengagungkanku. Memberiku segenap cintanya. Hari-hariku kini indah. Seindah hari yang diciptakan tuhan untuk semua umatnya. Yang membanggakanku, dia benar” menepati janji…… sekarang dia sudah mampu menjadi sosok lelaki idaman ( dr pertama ketemu sampe skrang dia tetap menjadi lelaki idaman dalam hati dan hidupku.) dia mampu bangkit dari jatuh yg telah membuatnya hancur, dan kini dia telah jadi manusia terbaik untukku. Bahagianya punya calon suami sepertinya. Rencananya.. lulus kuliah ntar Q nikah ma ari. Amiieeeen….
Seminggu sudah senyuman ari tak ku lihat. Tatapan matanya tak menembus ruang batinku yang terdalam. Suaranya tak menemaniku saat-saat galau ku. Dia jauh disana. Menekuni setiap sisa masa depannya. Untuknya.. untukku.. untuk semua yang indah buat kami.. soo sweet… ku ambil gadget kecilku… ku dial no hape ari….ku dengar nada yang menyambungkan panggilanku untuknya…
“ apa sayang…” suara di seberang tiba” hangat menyusup dalam batinku yang sesak oleh kerinduan.
“ kangen aja sama kamu..”
“tumben kamu bisa kangen ma Q….”
“gag tau neh… ya ya,,, tumben jja kangen ma km..”
“ya neh.. q juga tumben”an kangeen bnget ma km… km baik-baik jja kan yank…”
“ ya.. Q baik” jja.. kamu sehat kan? Dmana sekarang??”
“ di jalan.. mau pulang…”
“ko kamu gag bilang mau pulang…hayoo…”
“hadduh sayang.. ngejar waktu.. Q punya janji sama km sayang.. bsok tanggal berapa? Ngerti ya sayang..”
“cincin??”
“ya sayang.. ku kan udda janji ma km.. tanggal 10 agustus.. cincin itu udda harus kamu pake..”
“q kan bisa ambil sendiri.. sekarang udda jam berapa?? Tokonya 1 jam age tutup…mank masih bisa di kejar..”
“masih.. kalo km tutup telpunnya dan aku nerusin perjalanan,,,, oke… aku sayang kamu.. banget.. sampae kapanpun…sampai aku mati..mmuach…”..ku dengar bunyi klik… dia mematikan sambungan telpunku. Ya udda lah …
Tak mampu mataku terpejam.. pikiranku massi melayang jauh mencari kekasih hatiku.. mungkin dia udda nyampe rumah.. ku dial kembali no hape nya.. tapi justru suara cantik sang operator yang berkumandang di telingaku menandakan hapenya dalam kondisi off.. mungkin dia cape.. mungkin gag smpet charge hapenya… selalu ad ribuan pikiran baik tentangnya.. perlahan mataku terpejam..merajut mimpi indahku malam ini…
Pagi datang menjelang.. dengan segala indah dan eloknya… sungguh… heeem… malas rasanya beranjak meninggalkan bantalku tercinta…
“ gha bangun nak… ada bagus..” kepala ibuku mendongak di pintu… bagus adalah kakak laki’ ari..
“ngapaen bu pagi” kesini…”
“ udda d temuin jja dulu nak…”
“ya udda.. bilangin q sekalian mandi…” ibu keluar… aku tak berpikir panjang langsung menyambar handuk dan seketika aku udda harum oleh balutan sabun + parfum..kulangkahkan kakiku menemui mas bagus.
“pagi mas… ada apa neh…” sapaku ceria pada mas bagus.. dan hanya senyum simpulnya yang ku lihat..
“ibu nyuruh q jemput km…”
“sekarang??/”
“tahun depan gha….ya sekarang… yuk…”hanya snyuman yang ku lontarkan untuk mengiyakan ajakannya. Hanya ad diam dalam sepanjang jalan ini…diam dan diam….tak terasa mobil bagus sudah mulai menepi d dpan rumahnya. Keheranan ku memuncak.. ada apa ini.. begitu banyak orang d rumah ari … bagas turun dari mobil dan langsung menghambur pada kumpulan orang” itu tanpa memedulikan diriku yang masih berkecimpung dalam pikiranq sendiri… ada apa???. Ku beranjak.. kakiku mulai melangkah,.. semua orang menatapku.. seperti rasa iba.. kasihan… seperti aku ini orang termalang sedunia yang butuh belas kasihan semua orang yang menatapku. Ku coba diam.. hanya mampu tersenyum. Bibirku tak mampu berkata apapun.. hanya mampu menganga lebar bibirku ne.. cukup seperti itu… aku… mataku.. langsung tertuju pada sosok yang terbujur tak berdaya di lantai.. di kerumuni banyak orang.. menangis.. meraung… siapa itu… aku tetap diam tak berdaya,, aku tak tau otakku berpikir apa dan hayalku berada dimana.. aku hanya merasa ada dua orang menghampiriku dad memapah tubuhku yang ikut gemetar menuju sesosok tubuh kaku yang tak bernyawa itu.. ingin ku yakinkan mataku.. nyatanya mataku sudah teramat perih untuk menatap.. air mata yang tak kusadari sudah deras mengaliri pipiku… menetes sampai ke dadaku… tubuhku bergetar…. Ku usap pipinya.. dia tak bergerak.. coba ku kecup bibirnya.. dia tak membalas… tetap diam… ku coba telusuri seluruh wajahnya dengan bibir basahku.. tapi dia tetap diam… ku raba tangannya yang menggenggam… terdapat dua cincin tunangan disana…
“Q gag suka cara becandamu yank.. udda bangun gih…” mampu seucap kalimat terlontar… dia tetap diam…. Kurasakan sentuhan hangat mendarat di pundakku..kudengar dia berbisik lirih…
“ikhlaskan mas mu ya nak.. sabar..” q abaikan semua ucap yang terasa memanas di telingaku..
“yank.. kamu janji sama aku.. kita bkal sama” terus… kita gag mungkin pisah…kamu gag akan ninggalin q… kamu inget kan yank…yank dengerin aku… yank….” Dia tetap diam.. diam… diam… dan mengabaikan isakan yang menyayat batinku sendiri..ku sentuhkan tangan dingin yang mulai membiru itu ke wajahku.. kini tak ada lagi kehangatan yang kurasa.. kenapa tak sama seperti dulu….aku mulai meraung… memeluknya..erat.. aku tak ingin melepaskannya.. sampai ku rasa banyak sekali tangan yang menarikku darinya… hanya raungan yang terasa di telingaku.. semua orang berusaha menenangkanku….
“ sabar nak.. sabar…iklaskan masmu ya nak…biar dia tenang..”
“ mas gag mungkin mati bu.. gag.. mas udda janji ma q… gag mungkin….” Tuhan…. Kenapa harus ari.. kenapa harus kekasihku… wanita mana yang kuat melihat calon suami yang dibanggakannya terbujur kaku tak bernyawa di hadapannya.. wanita mana yang mampu menahan tangis harus mengantarkan separuh jiwanya pergi meninggalkannya… begitu juga aku. Aku yang tak mampu merasakan semua ini sendiri. Aku yang tak mungkin sanggup merasai kehidupan hampa ini tanpa dia.. aku yang tak mungkin bisa apa”.. aku yang lumpuh tanpa ari di sampingku.. kenapa dia?? Kenapa Tuhan.. ??? aku ingin melaknat.. tapi pada siapa?? Siapa yang bisa kupersalahkan dengan kekejaman takdir yang melumpuhkan semua hidupku..
Q masih tak mampu mencerna.. tak mampu percaya.. sudah 7 hari ari meninggal. Tapi aku masih meyakini dia akan kembali. Aku masih tak percaya kalau ari meninggalkanku selamanya. Aku tak percaya malam itu terakhir kali aku mendengar suara kekasihku. Dan sekarang semua hilang. Semua sirna.. ku pandangi gambar” bahagiaku dengannya.. nyatanya Tuhan memang tak merestui kebahagiaanku bersamanya. Ku ambil cincin yang ari genggam waktu itu. Incin yang telah merenggut nyawa kekasihku. Cincin yang telah membuat kekasihku kecelakaan.. aku ataukah janjinya yang patut dipersalahkan?.
Aku harus bangkit.. harus.. aku tak mungkin seperti ini. Aku tak mungkin menutuo semua yang telah nyata di depan mataku.. masih banyak yang harus ku wujudkan. Aku akan bahagia. Aku yakin suatu saat nanti aku kan bertemu dengannya di surga.. karena aku tau aku dan ari adalah SATU.ku tersenyum simpul.. sisa lukaku masih ad.. tapi aku harus melangkah.. “ tunggu aku di sana.. aku pasti bersamamu”
Rabu, 05 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar